Kamis, 16 Maret 2023

Modul Praktikum Geologi Dasar

 

BUKU PANDUAN GEOLOGI DASAR

“FORMAT DESKRIPSI BATUAN”

 

 

 

 

 

 

 

 


Disusun Oleh :

TIM ASISTEN

 

KATA PENGANTAR

Buku Panduan Kuliah Lapangan ini dibuat untuk dipergunakan sebagai panduan bagi mahasiswa yang mengikuti matakuliah GEOLOGI DASAR di Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman. Walaupun demikian buku ini bukan merupakan suatu buku mutlak, sehingga para mahasiswa tetap di harapkan untuk juga membaca buku-buku literatur lain yang berkaitan dengan kuliah lapangan.

 

Isi buku ini sebagian besar diambil dari beberapa macam buku mengenai materi Geologi Dasar. Penulis menyadari bahwa buku panduan ini masih jauh dari sempurna dan banyak terdapat kekurangan. Dengan harapan adanya perbaikan dan penambahan yang akan dilakukan secara berkala.

 

Semoga Buku Panduan Geologi Dasar ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Terima Kasih.

 

 

 

 

                                                                                                        Samarinda, ________________

 

 

                                                                                                                                        TIM ASISTEN

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

1.      Pemerian Batuan Sedimen

Penamaan dan Pemerian litologi berbeda-beda untuk macam-macam litologi. Untuk ini macam-macam litologi. Untuk ini macam-macam batuan yang umum adalah :

A.      Detritus (Klastik) Kasar,

B.      Detritus (Klastik) Halus,

C.      Karbonat,

D.     Evaporit.

Di dalam memeriksa batuan sedimen klastik, beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti :

1.1  Warna

Warna pada hakikatnya sangat penting pada setiap batuan. Khususnya pada batuan sedimen akan membantu di dalam beberapa hal seperti masalah lingkungan pengendapan.

Ex : Warna merah, hijau lingkungan oksidasi. Warna abu-abu tua, hitam   lingkungan reduksi.

 

1.2  Kekompakan

Kekompakan adalah sifat fisik dari batuan, beberapa istilah yang biasa dipergunakan untuk kekompakan batuan, yaitu :

Dense                        : Sangat padat.

Hard                          : Keras dan padat, contoh kuarsit.

Medium Hard         : Agak keras, tetapi masih dapat digores oleh jarum baja.

Soft                            : Lunak, dengan mudah bisa tergores dan dipecahkan.

Friable                      : Keras tetapi dapat diremas dengan tangan.

Spongy                      : Berongga.

 

1.3  Kebundaran (roundness)

Kebundaran dapat dilihat dari bentuk batuan yang terdapat dalam batuan tersebut. Tentunya terdapat banyak sekali variasi dari bentuk batuan, akan tetapi untuk mudahnya dipakai perbandingan sebagai berikut :

Wellrounded (sangat membundar) ;

       Semua permukaan konveks, hampir equidimensional, sferoidal.

Rounded (membundar) ;

Pada umumnya permukaan-permukaan bundar, ujung-ujung dan tepi-tepi butiran bundar.

Subrounded (membundar tanggung) ;

       Permukaan pada umumnya datar dengan ujung yang bundar.

Subangular (menyudut tanggung) ;

       Permukaan pada umumnya datar dengan ujung-ujungnya tajam.

Angular (menyudut);

       Permukaan konkaf dengan ujungnya yang tajam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1.4  Butiran (grains)

Butiran di dalam batuan sedimen klastik bisa terdiri dari pecahan-pecahan fragmen batuan, mineral, kristal dan cangkang-cangkang fosil atau zat organik lainnya. Butiran pada umumnya ditentukan oleh ukuran butir, klasifikasi yang biasa dipergunakan adalah dari Wentworth (1922).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1.5  Porositas

Porositas suatu batuan adalah perbandingan seluruh permukaan pori dengan volume dari batuan. Bila dijadikan dalam presentase adalah sebagai berikut :

 

 

Pembagian porositas biasa dipergunakan sebagai berikut :

Negligible                0 – 5 %

Poor                           5 – 10 %

Fair                             10 – 15 %

Good                          15 – 20 %

Very Good                20 – 25 %

Excellent                  25 – 40 %

 

1.6  Permeabilitas

Permeabilitas sukar untuk ditentukan selain di bawah mikroskop. Salah satu metoda pendekatan adalah dengan menempatkan setetes air pada sekeping yang kering dan mengamati kecepatan air merembes. Istilah yang biasa dipergunakan adalah : Fair 1,0 – 10 md, Good 10 – 100 md, dan Very Good 100 –1.000 md

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.7  Matrik

Semacam butir (klastik), tetapi sangat halus, sehingga aspek geometri tak begitu penting, terdapat di antara butiran sebagai massa dasar.

 

1.8  Semen

Bukan butir, tapi material pengisi rongga antar butir, biasanya dalam bentuk amorf (tidak berbentuk) atau kristalin. Bahan-bahan semen yang lazim adalah :

-          Kalsit                                                                                     -      Pirit

-          Dolomit                                                                              -        Lempung

-          Sulfat                                                                                   -      Silt

-          Oksida Besi                                                                        -      Siderit

-          Silika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


1.9  Pemilahan (sorting)

Pemilahan yaitu keseragaman butir di dalam batuan sedimen klastik. Beberapa istilah yang biasa dipergunakan dalam pemilahan batuan, adalah :

-          Well sorted                     : Terpilah baik

-          Medium sorted              : Terpilah sedang

-          Poor sorted                     : Terpilah buruk

 

1.10     Kemas (fabric)

    Di dalam batuan sedimen klastik dikenal 2 (dua) macam kemas, yaitu :

-     Kemas terbuka     :           Butiran tidang saling bersentuhan (mengambang di  dalam   matriks).

-     Kemas tertutup   :           Butiran saling bersentuhan satu sama lainnya.

 

2.      Struktur Batuan Sedimen

Struktur sedimen sebenarnya adalah kelainan dari bidang perlapisan yang normal (paralel atau horizontal). Kelainan disebabkan karena proses sedimentasi, ataupun sesudah sedimentasi (diagenesa).

Struktur sedimen terbentuk akibat dari proses fisika, kimia maupun organik dan proses-proses lainnya.

Contohnya :

-          Proses fisika seperti angin, air dan arus

-          Proses kimia seperti kongkresi

-          Proses organik seperti jejak binatang.

Sifat yang khas yang mudah dan langsung dapat diamati dengan mata telanjang adalah unsur perlapisan. Intensitas arus mempengaruhi pengendapan dalam besar butir, startifikasi dapat juga menunjukkan proses terbentuknya lapisan tersebut, karena lingkungan pengendapan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


3.      FORMAT DESKRIPSI BATUAN SEDIMEN (Batupasir, Batulempung, Batulanau)

A.      Sketsa Morfologi :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.      Nama Batuan :

C.      Warna Segar :

D.     Warna Lapuk :

E.      Warna Gores :

F.       Kekompakkan :

G.     Kebundaran :

H.     Besar Butir :

I.        Porositas :

J.        Permeabilitas :

K.      Pemilahan :

L.       Kemas :

M.   Struktur Sedimen :

N.     Karbonatan :

O.     Lingkungan Pengendapan :

P.      Umur Batuan :

4.      FORMAT DESKRIPSI BATUGAMPING

-          Batugamping merupakan salah satu golongan batuan sedimen yang paling banyak jumlahnya. Batugamping itu sendiri terdiri dari batugamping non klastik dan batugamping klastik.

-          Batugamping Non Klastik merupakan koloni dari binatang laut antara lain coelenterata, moluska, protozoa dan foraminifera/ batugamping ini sering juga disebut batugamping koral karena penyusun utamanya koral.

-          Batugamping Kalstik merupakan hasil rombakan jenis batugamping non klastik yang tererosi oleh air, tertransportasi, sortasi, dan terakhir sedimentasi. Selama proses tersebut banyak mineral-mineral lain yang terikut yang merupakan pengotor, sehingga sering kita jumpai adanya variasi warna dari batugamping itu sendiri. Seperti warna putih susu, abu-abu muda, abu-abu tua, coklat, merah, bahkan hitam.

-          Batugamping adalah batuan sedimen bertekstur kristalin, maksudnya batuannya sudah sangat kompak dan telah terjadi rekristalisasi (pengkristalan kembali) pada batugamping non klastik.

-          Batugamping pada umumnya bukan terbentuk dari batuan sedimen seperti yang kita kira, tidak juga terbentuk dari  Clay  and Sand. Batugamping terbentuk dari batu-batuan bahkan juga terbentuk dari kerangka kalsit yang berasal dari organisme mikroskopik di Laut Dangkal.

-          Batugamping dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, mekanik dan kimia sebagian besar di alam terjadi secara organik berasal dari pengendapan cangkang, rumah kerang dan siput, foraminifera/ ganggang, koral/ kerang.

-          Batugamping yang terjadi secara mekanik, sebenarnya komposisi nya tidak jauh berbeda dengan jenis batugamping yang terjadi secara organik, bedanya adalah terjadi perombakan dari bahan batukapur tersebut yang kemudian terbawa oleh arus dan biasanya diendapkan tidak jauh dari tempat semula.

-          Batugamping yang terjadi secara kimia adalah jenis batugamping yang terjadi dalam kondisi iklim dan lingkungan tertentu dalam air laut ataupun air tawar.

 

 

v  Deskripsi Batugamping Non Klastik.

A.      Sketsa Morfologi :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.      Nama Batuan :

C.      Warna Segar :

D.     Warna Lapuk :

E.      Kekompakkan :

F.       Karbonatan :

G.     Lingkungan Pengendapan :

H.     Umur Batuan :

 

 

 

v  Deskripsi Batugamping Klastik.

A.       Sketsa Morfologi :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.      Nama Batuan :

C.      Warna Segar :

D.     Warna Lapuk :

E.      Warna Gores :

F.       Kekompakkan :

G.     Kebundaran :

H.     Besar Butir :

I.        Porositas :

J.        Permeabilitas :

K.      Pemilahan :

L.       Kemas :

M.   Struktur Sedimen :

N.     Karbonatan :

O.     Lingkungan Pengendapan :

P.      Umur Batuan :

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar